Presiden Republik Indonesia Dr. H. SBY, Menteri Perumahan RI (PKS) & Ikang Fawzi (REI / PAN)

Presiden Republik Indonesia Dr. H. SBY, Menteri Perumahan RI (PKS) & Ikang Fawzi (REI / PAN)
Presiden Republik Indonesia Dr. H. SBY, Menteri Perumahan RI (PKS) & Ikang Fawzi (REI / PAN)

Pelantikan Ikang Fawzi jadi Duta LIPI & Kebun Raya Indonesia

Pelantikan Ikang Fawzi jadi Duta LIPI & Kebun Raya Indonesia
Penyematan untuk Ikang Fawzi oleh Wakil Menteri PU Dr. Hermanto & Ketua LIPI Prof. Dr. Umar Anggoro Jenni

Rocker Sekolahan Berorganisasi REI

Rocker Sekolahan Berorganisasi REI
Ikang Fawzi Pengurus Senior REI (Real Estate Indonesia)

Berorganisasi Sejak FISIP-UI sampai di FEB-UGM

Berorganisasi Sejak  FISIP-UI sampai di FEB-UGM
Ikang Fawzi Penyanyi Rock Intelektual Rajin Berorganisasi

Mengabdi di Almamater FISIP-Administrasi Niaga, UI (Universitas Indonesia)

Mengabdi di Almamater FISIP-Administrasi Niaga, UI (Universitas Indonesia)
Ikang Fawzi Mengajar Marketing Stategik, di FISIP UI, 2009

Ikang Fawzi Dosen Tamu Kelas Doktor FT-UI

Ikang Fawzi Dosen Tamu Kelas Doktor FT-UI
Teknik Lingkungan UI, Ikang Fawzi bersama Bu Yennel dari ITB, Kebun Raya Indonesia

"Puri Marissa" Persembahan Ikang Fawzi untuk Istri Tercinta Marissa Haque

"Puri Marissa" Persembahan Ikang Fawzi untuk Istri Tercinta  Marissa Haque
Marissa Haque Istri Ikang Fawzi & Mantan Menpera Akbar Tanjung (Senior HMI)

Tidak Ada Kata Gagal!

Gagal, Hanyalah Pernyataan dalam Kepala!

Gagal, Hanyalah Sebuah Kemenangan yang Tertunda!



Penyanyi Rock Sekolahan Juga Berpolitik

Penyanyi Rock Sekolahan Juga Berpolitik
Ikang Fawzi Alumni FIFIP-UI & FEB-UGM
Tampilkan postingan dengan label Ayah Mertua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayah Mertua. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Desember 2010

Buat Ikang Fawzi, Musik & Politik Jalan, MBA Didapat dari UGM: Marissa Haque Fawzi


Ikang Fawzi (Foto:Arie Yudhistira/Koran SI)
JAKARTA - Ikang Fawzi tengah bergembira. Jerih payahnya kuliah selama 1,5 tahun berbuah manis. Suami Marissa Haque ini meraih gelar MBA dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Saya senang sekali akhirnya bisa dapat gelar. Saya kuliah selama 1,5 tahun. Selesainya bisa cepat karena saya serius sekali," ungkap Ikang yang dihubungi okezone, Selasa (14/12/2010).

Rocker kelahiran 23 Oktober 1959 itu mengambil judul tesis Analisa Strategi Bisnis Properti-tainment di Salah Satu Industri Bisnis Properti (studi pada PT Impian Jaya Ancol). Dia membuat tesis dengan judul demikian dengan alasan tersendiri.

"Saya pikir bisnis ini kan yang penting bisa berkelanjutan. Banyak yang berbisnis, tapi kemudian hilang. Kalau Ancol ini pernah diterpa krisis ekonomi 1998 dan 2008, tapi bisa bertahan karena dia menggunakan properti-tainment. Jadi entertainment itu untuk mempercepat recover industri properti yang sedang lesu," bebernya.

Berkat keseriusan dalam menggarap tesis setebal 300 halaman, ayah dua anak ini mendapat nilai sempurna, A. "Secara ilmiah itu memang bidang saya. Intinya, di situ saya gunakan ilmu yang saya punya. Jadi saya lama di entertain, kemudian ingin saya ilmiahkan," urainya.

Disinggung tentang kegiatan sang istri yang giat menimba ilmu, Ikang memberikan pujian.

"Wah, kalau dia sih gila sekolah. Kalau saya enggak seperti dia yang sekolah terus kayak sudah jadi makanan sehari-hari. Mungkin kalau dia di UGM mengambil dua gelar sekaligus, MBA dan hukum (MA)," katanya.(ang)

Selasa, 30 November 2010

Kecurangan Politik-Hukum Tangsel dalam Pemilukada 2010 Sedang di MK-kan: Ikang Fawzi & Marissa Haque

Tribunnews.com - Selasa, 30 November 2010 05:43 WIB
Document Mustafid Sawunggalih

Airin Rachmi Diany didampingi pengacaranya Rudi Alfonso yang mewakili 12 orang pengacara lainnya dalam sidang gugatan Pemilukada Tangsel di Mahkamah Konstitusi, Senin (29/11)Related News
 Ditulis oleh Tribunners, Mustafid Sawunggalih

TANGERANG SELATAN- Airin Rachmi Diany pemenang pemilukada Tangerang Selatan yakin MK akan memutuskan seadil-adilnya. Airin merasa sudah mentaati peraturan dan ketentuan yang berlaku selama proses Pemilukada berlangsung. Oleh karena itu, dirinya menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada MK terkait gugatan Arsid-Andre dan Yayat-Norodom.

"Kami yakin MK akan berpihak pada kebenaran, dalam pembuktian nanti, akan diketahui siapa sesungguhnya yang melakukan pelanggaran dan yang tidak melakukan pelanggaran. Kita lihat apa yang disampaikan dalam gugatan ini, kami nyatakan tidak benar,” kata Airin usai mengikuti persidangan di MK, Senin (29/11).

Sebelumnya, saat persidangan materi gugatan yang dipaparkan kuasa hukum pasangan no 3 Arsid-Andre dan pasangan no 1 Yayat-Norodom dalam sidang perdana sengketa pemilukada di Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai sangat lemah.

Berbagai gugatan yang disampaikan tidak memiliki bukti kuat dan dibantah baik oleh kuasa hukum Komisi Pemilihan Umum Kepala Daerah (KPUD) maupun kuasa hukum pasangan no 4 Airin-Benyamin.

Dalam persidangan perdana itu, juru bicara pengacara Arsid-Andre, Andy Syafrani mengemukakan, ada tiga alasan utama pihaknya melakukan gugatan.

Pertama, pihaknya menemukan KPU Tangsel tidak netral akibatnya, dapat mempengaruhi jumlah suara khususnya nomor 3. Yang kedua, penyelenggara negara dalam hal ini Pemkot Tangsel secara sistematis dan masif juga tidak netral .Sedangkan yang ketiga, atas pelanggaran administratif maupun pidana, itu pihaknya menolak hasil rekapitulasi suara dan penetapannya.

"Sehingga bisa dilakukan Pilkada ulang untuk seluruh wilayah Kota Tangsel. Namun, sebelumnya, diskualifikasi dulu nomor 4. Atau tetapkan Arsid-Andre Taulany sebagai pemenangnya,” pinta Andy Syafrani

Ketua MK Mahfud MD lalu menanyakan, apa saja yang bisa dibuktikan bahwa KPU dan Pemkot Tangsel tidak netral? Dijawab Andy, untuk KPU, pihaknya menemukan pencetakan surat suara cadangan sebanyak 5% tidak sesuai dengan dengan aturan yang seharusnya hanya 2,5 % cadangannya.”Jadi selisih ini tidak jelas, kami mendapat ada 1.758 surat suara yang entah kemana?,” ujarnya.

Untuk Pemkot Tangsel, adanya proses mutasi pejabat dari Provinsi Banten ke Tangsel, seperti Penjabat Wali Kota Tangsel. Padahal, memiliki jabatan sebagai kepala dinas di Provinsi Banten. "Aparat negara (Pemkot Tangsel) digeser jika beda pandangan politik,” tegas Andy.

Sedangkan, kubu Yayat-Norodom diwakilkan oleh 3 orang pengacara. Dengan juru bicara Sumardi. Pasangan ini menuding dua pasangan telah melakukan kecurangan, yang pertama adalah Airin-Benyamin dan kedua adalah Arsid-Andre. “Pasangan nomor empat telah dibantu, Asda 1 Pemkot Tangsel bernama Ahadi, Ketua RT, KPU Tangsel dan penjabat wali kota Tangsel Eutik Suarata,” tudingnya.

Keterlibatan Penjabat Wali Kota Tangsel adalah terekam dengan video visual, yakni pada saat acara Wanita Kristen Indonesia menggelar acara di Pondok Aren, Dalam kesempatan itu, Eutik mengarahkan bahwa akan ada Pilkada di Tangsel dengan kandidat nomor 4 Airin –Benyamin. “Itu ada buktinya berupa rekaman video,” terangnya.

Sementara Arsid-Andre dituduhnya melakukan money poltics dan melakukan penggalangan PNS Kabupaten Tangerang. Selain itu, kubu nomor 1 ini juga mempertanyakan adanya 1.300 warga yang tidak dapat kartu undangan untuk memilih.

“Money politik yang dilakukan oleh tim sukses pasangan Arsid-Andre juga terekam dengan audio visual kami. Pelakunya adalah tim sukses bernama Fauzi, yang diberikan untuk membagikan bernama Abdul Somad. Dengan begitu, kami memohon agar Pilkada diulang, selain itu nomor 3 dan 4 dilakukan diskualifikasi. Jika pun tidak Majelis Hakim bisa menetapkan nomor urut 1 sebagai wali kota terpilih, ” harapnya.

Sedangkan kubu Airin-Benyamin melalui pengacaranya sebanyak 12 orang diwakilkan Rudi Alfonso mengatakan. Segala tuduhan nomor urut 3 dan 1 sudah dilakukan pemeriksaan mulai dari tanggal, waktu dan lokasi tuduhan. “Berdasarkan tuduhan yang dilayangkan pada waktu dan tempat, kami bisa pastikan sama sekali dibuat-buat seolah benar-benar ada,” kata Rudi Alfonso.

Contohnya, kata Rudi, tudingan bahwa adanya Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah ke suatu acara dengan mengarahkan masyarakat pada tanggal dan waktu yang dituduh, ketika diperiksa ke Humas Provinsi Banten, pada saat tanggal tersebut Gubernur sedang tidak ada di Banten. Dan, bukan berada di Tangsel.

“Bahkan kami juga mengecek, lokasi gambar rekaman video yang menyatakan, Penjabat Wali Kota Tangsel mengajak memilih nomor 4 seperti tuduhan nomor 1. Kami meminta video itu di periksa dan diuji ke forensik, karena itu adalah gambar video hasil potongan.

Sebenarnya Eutik (wali kota) mengatakan, ada empat kandidat pada Pilkada Tangsel, Nomor urut 1 Yayat-Norodom, 2 Rodhiyah-Sulaiman, 3 Arsid-Andre Taulany dan 4 Airin-Benyamin. Pas yang keempat ini tidak dihapus atau dipotong, 1,2 da 3 dipotong. Kami meminta jangan main-main dalam menyerahkan bukti, apalagi di sana Airin pun tidak hadir,” terangnya

Rudi menegaskan, pihaknya dan KPUD akan mempidanakan saksi palsu dan segala bentuk rekayasa bukti bila mereka melakukan itu. Karena menurutnya, itu merupakan bentuk kejahatan hukum yang tidak bisa ditolerir. “Saya harap kita jangan main-main dengan hukum,” tegasnya.

Ketua MK Mahfud MD mengatakan, perisdangan akan dilanjutkan pada Selasa (30/11/2010) pukul 11.00 WIB. Sedangkan soal persidangan kemarin, Majelis masih meminta seluruh tuduhan itu dilengkapi dan penegasan. “Memang sudah terjabar (gugatannya) namun, harus disertai saksi-saksi untuk itu, besok hadirkan pada saksi. Tetapi jangan banyak-banyak, cukup saksi yang berkualitas saja. Kalau saksi 1 orang tetapi berkualitas kan bisa mewakili 100 orang,” tutup Mahfud.

Persidangan yang digelar sekitar pukul 14.30 WIB pada Senin (29/11) tidak dihadiri pasangan nomor urut 3, Arsid-Andre Taulany. Sedangkan nomor urut 1, Yayat hanya sendiri tanpa didampingi Norodom Sukarno. Hanya nomor urut 4 Airin-Benyamin yang lengkap hadir. Sedangkan Anggota dan Ketua KPU Tangsel hadir seluruhnya.

Sabtu, 27 Februari 2010

Kemenangan yang Tertunda, Insya Allah...:Ikang Fawzi

Ada janji spesial yang saya ingat saya berikan kepada Ayah Mertua saya saat saya menatap buah karya seni lukis yang menempel pada dinding kantor JSA Property saya sore ini. Ayah mertuaku saat bekerja dulu adalah salah seorang yang lumayan penting di PT Pertamina Pusat. Ingatan lainnya yang berkejaran muncul dalam ingatan adalah ketika saya meminta kepada orangtua pacarku Icha (Marissa Grace) saat itu untuk menjadi istri saya. Saat itu kepada kedua orangtua Icha saya menjanjikan bahwa saya akan menjaga-merawat-dan mencintai istri sepenuh hati saya seperti saya mencintai kedua orangtua saya.

Ingatan berikutnya adalah ketika saya menemui Papa Allen Haque yang dulu oleh beberapa mantan pacarnya Icha, hehe... dikenal galak dan suka 'jahil' kepada para calon anak menantu pertamanya! Tak terkecuali hal tersebut juga terjadi pada diri saya. Namun bila diingat jika harus berhadapan dengan calon mantan ibu mertua terkait dengan perbedaan keimanan Islamiyah (ibunda dari Christine Panjaitan mantan saya di UI dulu yang bernama Nurmala Sitompul)--maka menghadapi calon Ayah Mertua (Papa Allen Haque Ayah dari Marissa Haque pacar resmi serius saya yang kedua) dikarenakan juga karena saya sudah dapat bocoran bahwa sebenarnya Papa Allen Haque cukup senang sama saya sebagai salah satu kumbang yang mampir dirumah sang pemilik tiga bunga mawar ranum (Marissa, Soraya, Shahnaz). Maka saya jadi merasa sangat 'pede' alias merasa yakin insya Allah pasti usaha sampai dan pasti mampu berhadapan dengan Bapak Direktur dari PERTAMINA PUSAT yang dikenal agak galak dan kurang ramah itu. Siapa yang nyana bahwa kesan pertama saya dimata calon Ayah mertua ternyata kurang berkenan dihatinya!

Dengan alasan sebenarnya sangat sepele. Yaitu 'hanya' karena saya datang kerumah Icha yang sangat besar dan luas dengan 27 buah kamar tidur di Jl. Lapangan Roos Raya no. 36 Tebet Utara, Jaksel, itu dengan 'hanya' memakai jeans bolong-bolong dan kaos kutung hitam bertulis kata "BOSS" karena baru pulang manggung bersama Prambors. Aha... Papa Allen Haque (sekarang almarhum) merasa sangat terlecehkan! Almarhum Papa Allen merasa bahwa sang BOSS adalah dirinya seorangan, karena dirumah luasnya itu hanya beliaulah pria seorangan wae yang dikelilingi oleh empat orang bidadarinya. Yaitu 3 gadis dan seorang istri beliau bernama Mama Raden Ayu Mieke Soerijah binti Tjakraningrat (almarhumah). Hehehe... geli juga mengingat masa adaptasi saya dalam keluarga Icha istri tercintaku semata wayang sampai hari ini.

Mama Mieke langsung menunjukkan rasa simpati dan wajah ramah yang selalu membekas sampai sekarang. Dirinya yang masih kerabat/keluarga para pendiri NU (Nahdatul Ulama) di Jawa Timur/Madura itu memang seorang yang sangat murah senyum, rendah hati, dan solehah. Kata banyak orang tak salah ketika saya dengan kesadaran tinggi memilih menjadikan Marissa Grace anak Pak Allen Haque orang Pertamina itu menjadi istri masa depanku. Icha, lolos dalam seleksi bibit-bebet-bobot saya dengan kriteria yang biasa didengang-dengungkan para orang tua bila kita ingin mencari pasangan hidup. Bukan berarti dulu saya tidak cinta dan tidak serius ingin menikah dengan Christine Panjaitan, namun cinta saya kepada Icha (Marissa Haque) jauh lebih berkualitas dan memiliki value kedewasaan masa depan yang lebih baik.

Masalah keimanan Islam menjadi tolok ukur saya yang pertama dan utama! Saya ingin melihat masa depan saya sebagai berikut: (1) menjadi Imam sholat berjamaah dengan istri yang saya nikahi; (2) pergi sholat Ied Fitri/Adha bersama keluarga utuh--istri dan anak-anak serta mertua; (3) ketika kita sedang susah ada istri yang mendoakan diri kita dengan mengaji Al Qur'an; (4) ketika meninggal dunia ada istri sholehah yang mengiringi dengan bacaan ayat-ayat suci Al Qur'an; dan (5) saya ingin pergi Haji bersama istri saya tercinta. Tentunya kalau saya menikah dengan Christine Panjaitan semua yang impikan tidak akan pernah mungkin menjadi keniscayaan! Icha atau Marissa Grace Haque adalah jawaban Allah Azza wa Jalla kepada yang saya butuhkan, jadi bukan sekedar yang saya inginkan!

Dulu saat kuliah saya menginginkan Christine Natalina Panjaitan untuk menjadi istri saya, namun ternyata jodoh saya sesuai dengan apa yang saya butuhkan yang diberikan oleh Allah SWT yang sesuai dengan kebahagiaan hidup saya adalah Marissa Grace Haque!

Jadi tak ada kata menyerah! Jawaban dari setiap kebutuhan saya setelah sholat Hajat , biasanya melalui kejadian nyata bala bantuan yang datang dari arah tak terduga. Dimana mampu mengenyampingkan setiap keinginan saya, dan menggantikannya dengan apa yang sesungguhnya cocok dan menjadi kebutuhan primer saya.

Yah! ternyata tidak penting sekedar keinginan, terpenuhinya setiap kebutuhan hidup kita adalah kebahagiaan HAKIKI setiap insan di dunia. Termasuk juga saya Ahamad Zulfikar Fawzi (Ikang Fawzi) yang mencintai hanya Marissa Grace Haque dan tak ada yang lainnya selain dia.

Almarhum Papa Allen Haque ternyata tahu apa yang ada dihati saya. Sebuah lukisan indah dibuatkan khusus untuk saya ketika saya memulai bisnis perumahan bersama Ade Fawzi kakak lelaki saya yang seorang arsitek lulusan FT-UI. Lukisan indah itu menempel dibelakang punggung saya ketika saya berkantor dikantor JSA Duren Tiga Pasar Minggu, Jaksel. Lukisannya menjadi doa dan pendorong semangat saya mencari nafkah halal untuk anak perempuan tertuanya serta para cucu yang dilahirkan Icha--buah cinta Icha dan saya bernama Bella dan Kiki.

Papa Allen Haque, ayah mertuaku tercinta yang berkarakter sangat unik itu pada akhir hayatnya sering secara eksplisit menyatakan serta menunjukkan bahwa saya adalah salah satu menantu yang paling disayang serta paling dibanggakannya.
Alhamdulillahirrabbilalamiiiinn... We Love you Papa Allen...

*Tidak Ada Kata Gagal! Gagal, Hanyalah Pernyataan dalam Kepala!

Gagal, Hanyalah Sebuah Kemenangan yang Tertunda!

(*Ungkapan Papa Allen Haque Alm semasa hidupnya)

Metro TV, Hasil Polling Awal 2009

Metro TV, Hasil Polling Awal 2009
marissa Haque Fawzi & Ikang Fawzi, Metro TV, Hasil Polling Awal 2009

Koran Kompas, Hasil Polling Awal 2010

Koran Kompas, Hasil Polling Awal 2010
Polling Kompas 2010, Walau Lama tak Muncul, Namun Marissa Haque Istri Ikang Fawzi Tetap dalam Ranking di Atas

"Preman": Karya Ikang Fawzi

"Preman": Karya Ikang Fawzi
Ikang Fawzi Roker Indonesia dng Pendidikan Mumpuni (FISIP-UI & FEB-UGM)

Ikang Fawzi and His PAN Team

Ikang Fawzi and His PAN Team
PAN dalam Hati Ikang Fawzi untuk Keluarganya