Presiden Republik Indonesia Dr. H. SBY, Menteri Perumahan RI (PKS) & Ikang Fawzi (REI / PAN)

Presiden Republik Indonesia Dr. H. SBY, Menteri Perumahan RI (PKS) & Ikang Fawzi (REI / PAN)
Presiden Republik Indonesia Dr. H. SBY, Menteri Perumahan RI (PKS) & Ikang Fawzi (REI / PAN)

Pelantikan Ikang Fawzi jadi Duta LIPI & Kebun Raya Indonesia

Pelantikan Ikang Fawzi jadi Duta LIPI & Kebun Raya Indonesia
Penyematan untuk Ikang Fawzi oleh Wakil Menteri PU Dr. Hermanto & Ketua LIPI Prof. Dr. Umar Anggoro Jenni

Rocker Sekolahan Berorganisasi REI

Rocker Sekolahan Berorganisasi REI
Ikang Fawzi Pengurus Senior REI (Real Estate Indonesia)

Berorganisasi Sejak FISIP-UI sampai di FEB-UGM

Berorganisasi Sejak  FISIP-UI sampai di FEB-UGM
Ikang Fawzi Penyanyi Rock Intelektual Rajin Berorganisasi

Mengabdi di Almamater FISIP-Administrasi Niaga, UI (Universitas Indonesia)

Mengabdi di Almamater FISIP-Administrasi Niaga, UI (Universitas Indonesia)
Ikang Fawzi Mengajar Marketing Stategik, di FISIP UI, 2009

Ikang Fawzi Dosen Tamu Kelas Doktor FT-UI

Ikang Fawzi Dosen Tamu Kelas Doktor FT-UI
Teknik Lingkungan UI, Ikang Fawzi bersama Bu Yennel dari ITB, Kebun Raya Indonesia

"Puri Marissa" Persembahan Ikang Fawzi untuk Istri Tercinta Marissa Haque

"Puri Marissa" Persembahan Ikang Fawzi untuk Istri Tercinta  Marissa Haque
Marissa Haque Istri Ikang Fawzi & Mantan Menpera Akbar Tanjung (Senior HMI)

Tidak Ada Kata Gagal!

Gagal, Hanyalah Pernyataan dalam Kepala!

Gagal, Hanyalah Sebuah Kemenangan yang Tertunda!



Penyanyi Rock Sekolahan Juga Berpolitik

Penyanyi Rock Sekolahan Juga Berpolitik
Ikang Fawzi Alumni FIFIP-UI & FEB-UGM
Tampilkan postingan dengan label FISIP UI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FISIP UI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juni 2011

Berpolitik Juga Bisa Melalui Dunia Menulis: Marissa Haque Fawzi

Baru kusadari beberapa hari terakhir ini ketika seorang teman yang dekat di hatiku dari FH UGM bertanya: "Mbak Icha sayang...keliahtannya para alum ni dari Unika Atmajaya Jakarta itu punya ciri yang sama deh yaitu suka menulis!" Hhmmm...iya juga ya?


Namun saya menyukai dunia tulis-menulis jauh sebelum menapaki kaki mengambil S2 ku yang pertama di kampus ini. Tapi....memang, setelah gabung dalam pembelajaran di kampus ini kemampuan dan kesenanganku menulis menjadi semakin terasah. Khususnya karena Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan di sini terkenal salah satu yang terbaik di Indonesia, sayapun mengambil S2 dari jurusan LTBI singkatan dari Linguistik Terapan Bahasa Inggris.


Ta hanya diriku Dari LTBI, ternyata adik kelasku dari FE (Fakultas Ekonomi) bernama Angelina Sondakh jua sangat produksitf sekarang dalam dunia penulisa buku. Memang banyak yang memcingkan mata ketika tulisannya melulu soal keluarga dan dirinya. Tapi saya pikir mereka yang sinis itu hanya iri kepada Angie yang cerdas serta produktif! Iri pertanda tak mampu...hehe...karena kalau mereka iri sebenarnya jawabannya hanya satu yaitu "menulis juga dong!" Beradu karya melalui budaya menulis pasti akan positif. Daya nalar serta kreasi sportif pasti akan mengemuka, dan dampaknya akan menepis hal negatif lainnya.

Sehingga tanpa ragu-ragu saya berani mengajak anda semua untuk bergabung bersama dalam dunia positif yang saya sekeluarga sukai, yaitu: "Ayo Memulis!"

Sumber: http://marissahaque-sdalh.blogdetik.com
"Budaya Menulis Alumni Unika Atmajaya Jakarta: Marissa Haque Fawzi"

Senin, 28 Maret 2011

Contoh Kecil Buku Politik Seni Karya Marissa Haque: dalam Ikang Fawzi

"Musik, Film, Sastra, dan Linguistik"

Banyak teman infotainment menanyakan kepada kami berdua, seperti apa sih macam atau bentuk manajemen keluarga kami? Maka... inilah salah satu jawaban ata pertanyaan tersebut diatas, bahwa dunia asli keluarga Ikang Fawz dan Marissa Haque yang juga diisi oleh Isabella Fawzi & Chikita Fawzi adalah: (1) musik; (2) film; (3) sastra; dan (4) linguistik.


Sebagai penulis memang saya belum terlalu produktif--tentu dengan catatan penulisan ilmiah akademik saya sangat banyak. Baru terbilang dua buku saya hasilkan di dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini, yaitu: (1) Aminah; dan (2) Bahasa Kasih.

Buku pertama adala buku anak-anak dan lingkungan hidup terkait pencemaran lingkungan, berbahasa Inggris dan Indonesia (bilingual). Sementara buku kedua adalah transliterasi dari thesis S2-ku yang pertama dari Pasca Sarjana Unika Atmajaya jurusan LTBI (Linguistik Terapan Bahasa Inggris), tentang pengajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak tunarungu (ASL atau American Sign Language).

Kehidupan keluarga kami memang dikelilingi oleh buku-buku, kliping, musik, dan film. Maka dalam waku dekat ini, insya Allah saya diberi energi oleh Allah Azza wa Jalla untuk merampungkan buku ketigaku berjudul: "Proses Kreatif Lagu & Syair Ikang Fawzi."

Metode yang kupakai sejenis in-depth interview, sangat enak karena data primer-nya adalah suami sendiri. Bisa kuwawancara sembari tiduran, pakai kimono tidur, di meja makan, bahkan... di kamar mandi... hehe...
Berikut sedikit bahan dari koleksi yang kupakai di dalam penulisan buku tersebut:

Lagu "Randy & CIndy" Ciptaan Ayah Ikang-ku untuk 2 Keponakannya Terkasih Kak Randy dan Kak Cindy(1) Lagu "Randy & Cindy" Ciptaan Ikang-ku untuk 2 Keponakannya Terkasih Randy dan Cindy (anak dari Kak Uttie Tangkau-Fawzi & Kak Rex Tangkau)

The Women of School of Communications (Ibu Icha, Aku, dan Kiki adikku) (2) Women of School of Communications (Women of Isabella Fawzi's Heart: Marissa Haque and Chikita Fawzi, 2009), ILUNI dari FIB UI (Fakulas Ilmu Budaya jurusan Sastra Inggris, Universitas Indonesia)

Sabtu, 27 Februari 2010

Kemenangan yang Tertunda, Insya Allah...:Ikang Fawzi

Ada janji spesial yang saya ingat saya berikan kepada Ayah Mertua saya saat saya menatap buah karya seni lukis yang menempel pada dinding kantor JSA Property saya sore ini. Ayah mertuaku saat bekerja dulu adalah salah seorang yang lumayan penting di PT Pertamina Pusat. Ingatan lainnya yang berkejaran muncul dalam ingatan adalah ketika saya meminta kepada orangtua pacarku Icha (Marissa Grace) saat itu untuk menjadi istri saya. Saat itu kepada kedua orangtua Icha saya menjanjikan bahwa saya akan menjaga-merawat-dan mencintai istri sepenuh hati saya seperti saya mencintai kedua orangtua saya.

Ingatan berikutnya adalah ketika saya menemui Papa Allen Haque yang dulu oleh beberapa mantan pacarnya Icha, hehe... dikenal galak dan suka 'jahil' kepada para calon anak menantu pertamanya! Tak terkecuali hal tersebut juga terjadi pada diri saya. Namun bila diingat jika harus berhadapan dengan calon mantan ibu mertua terkait dengan perbedaan keimanan Islamiyah (ibunda dari Christine Panjaitan mantan saya di UI dulu yang bernama Nurmala Sitompul)--maka menghadapi calon Ayah Mertua (Papa Allen Haque Ayah dari Marissa Haque pacar resmi serius saya yang kedua) dikarenakan juga karena saya sudah dapat bocoran bahwa sebenarnya Papa Allen Haque cukup senang sama saya sebagai salah satu kumbang yang mampir dirumah sang pemilik tiga bunga mawar ranum (Marissa, Soraya, Shahnaz). Maka saya jadi merasa sangat 'pede' alias merasa yakin insya Allah pasti usaha sampai dan pasti mampu berhadapan dengan Bapak Direktur dari PERTAMINA PUSAT yang dikenal agak galak dan kurang ramah itu. Siapa yang nyana bahwa kesan pertama saya dimata calon Ayah mertua ternyata kurang berkenan dihatinya!

Dengan alasan sebenarnya sangat sepele. Yaitu 'hanya' karena saya datang kerumah Icha yang sangat besar dan luas dengan 27 buah kamar tidur di Jl. Lapangan Roos Raya no. 36 Tebet Utara, Jaksel, itu dengan 'hanya' memakai jeans bolong-bolong dan kaos kutung hitam bertulis kata "BOSS" karena baru pulang manggung bersama Prambors. Aha... Papa Allen Haque (sekarang almarhum) merasa sangat terlecehkan! Almarhum Papa Allen merasa bahwa sang BOSS adalah dirinya seorangan, karena dirumah luasnya itu hanya beliaulah pria seorangan wae yang dikelilingi oleh empat orang bidadarinya. Yaitu 3 gadis dan seorang istri beliau bernama Mama Raden Ayu Mieke Soerijah binti Tjakraningrat (almarhumah). Hehehe... geli juga mengingat masa adaptasi saya dalam keluarga Icha istri tercintaku semata wayang sampai hari ini.

Mama Mieke langsung menunjukkan rasa simpati dan wajah ramah yang selalu membekas sampai sekarang. Dirinya yang masih kerabat/keluarga para pendiri NU (Nahdatul Ulama) di Jawa Timur/Madura itu memang seorang yang sangat murah senyum, rendah hati, dan solehah. Kata banyak orang tak salah ketika saya dengan kesadaran tinggi memilih menjadikan Marissa Grace anak Pak Allen Haque orang Pertamina itu menjadi istri masa depanku. Icha, lolos dalam seleksi bibit-bebet-bobot saya dengan kriteria yang biasa didengang-dengungkan para orang tua bila kita ingin mencari pasangan hidup. Bukan berarti dulu saya tidak cinta dan tidak serius ingin menikah dengan Christine Panjaitan, namun cinta saya kepada Icha (Marissa Haque) jauh lebih berkualitas dan memiliki value kedewasaan masa depan yang lebih baik.

Masalah keimanan Islam menjadi tolok ukur saya yang pertama dan utama! Saya ingin melihat masa depan saya sebagai berikut: (1) menjadi Imam sholat berjamaah dengan istri yang saya nikahi; (2) pergi sholat Ied Fitri/Adha bersama keluarga utuh--istri dan anak-anak serta mertua; (3) ketika kita sedang susah ada istri yang mendoakan diri kita dengan mengaji Al Qur'an; (4) ketika meninggal dunia ada istri sholehah yang mengiringi dengan bacaan ayat-ayat suci Al Qur'an; dan (5) saya ingin pergi Haji bersama istri saya tercinta. Tentunya kalau saya menikah dengan Christine Panjaitan semua yang impikan tidak akan pernah mungkin menjadi keniscayaan! Icha atau Marissa Grace Haque adalah jawaban Allah Azza wa Jalla kepada yang saya butuhkan, jadi bukan sekedar yang saya inginkan!

Dulu saat kuliah saya menginginkan Christine Natalina Panjaitan untuk menjadi istri saya, namun ternyata jodoh saya sesuai dengan apa yang saya butuhkan yang diberikan oleh Allah SWT yang sesuai dengan kebahagiaan hidup saya adalah Marissa Grace Haque!

Jadi tak ada kata menyerah! Jawaban dari setiap kebutuhan saya setelah sholat Hajat , biasanya melalui kejadian nyata bala bantuan yang datang dari arah tak terduga. Dimana mampu mengenyampingkan setiap keinginan saya, dan menggantikannya dengan apa yang sesungguhnya cocok dan menjadi kebutuhan primer saya.

Yah! ternyata tidak penting sekedar keinginan, terpenuhinya setiap kebutuhan hidup kita adalah kebahagiaan HAKIKI setiap insan di dunia. Termasuk juga saya Ahamad Zulfikar Fawzi (Ikang Fawzi) yang mencintai hanya Marissa Grace Haque dan tak ada yang lainnya selain dia.

Almarhum Papa Allen Haque ternyata tahu apa yang ada dihati saya. Sebuah lukisan indah dibuatkan khusus untuk saya ketika saya memulai bisnis perumahan bersama Ade Fawzi kakak lelaki saya yang seorang arsitek lulusan FT-UI. Lukisan indah itu menempel dibelakang punggung saya ketika saya berkantor dikantor JSA Duren Tiga Pasar Minggu, Jaksel. Lukisannya menjadi doa dan pendorong semangat saya mencari nafkah halal untuk anak perempuan tertuanya serta para cucu yang dilahirkan Icha--buah cinta Icha dan saya bernama Bella dan Kiki.

Papa Allen Haque, ayah mertuaku tercinta yang berkarakter sangat unik itu pada akhir hayatnya sering secara eksplisit menyatakan serta menunjukkan bahwa saya adalah salah satu menantu yang paling disayang serta paling dibanggakannya.
Alhamdulillahirrabbilalamiiiinn... We Love you Papa Allen...

*Tidak Ada Kata Gagal! Gagal, Hanyalah Pernyataan dalam Kepala!

Gagal, Hanyalah Sebuah Kemenangan yang Tertunda!

(*Ungkapan Papa Allen Haque Alm semasa hidupnya)

Metro TV, Hasil Polling Awal 2009

Metro TV, Hasil Polling Awal 2009
marissa Haque Fawzi & Ikang Fawzi, Metro TV, Hasil Polling Awal 2009

Koran Kompas, Hasil Polling Awal 2010

Koran Kompas, Hasil Polling Awal 2010
Polling Kompas 2010, Walau Lama tak Muncul, Namun Marissa Haque Istri Ikang Fawzi Tetap dalam Ranking di Atas

"Preman": Karya Ikang Fawzi

"Preman": Karya Ikang Fawzi
Ikang Fawzi Roker Indonesia dng Pendidikan Mumpuni (FISIP-UI & FEB-UGM)

Ikang Fawzi and His PAN Team

Ikang Fawzi and His PAN Team
PAN dalam Hati Ikang Fawzi untuk Keluarganya